Jumat, 17 Mei 2013

Sejarah Ayam Bangkok

Ayam bangkok pertama kali
dikenal di Cina pada 1400 SM.
Ayam jenis ini selalu dikaitkan
dengan kegiatan sabung ayam
(adu ayam). Lama-kelamaan
kegiatan sabung ayam makin meluas pada pencarian bibit-bibit
petarung yang andal. Pada masa
itu, bangsa Cina berhasil
mengawinsilangkan ayam
kampung mereka dengan
beragam jenis ayam jago dari India, Vietnam, Myanmar, Thailand
dan Laos. Para pencari bibit itu
berusaha mendapat ayam yang
sanggup meng-KO lawan cuma
dengan satu kali tendangan. Menurut catatan, sekitar seabad
lalu, orang-orang Thailand
berhasil menemukan jagoan baru
yang disebut king’s chicken.
Ayam ini punya gerakan cepat,
pukulan yang mematikan dan saat bertarung otaknya jalan.
Para penyabung ayam dari Cina
menyebut ayam ini: leung hang
qhao. Kalau di negeri sendiri, ia
dikenal sebagai ayam bangkok. Asal tahu saja, jagoan baru itu
sukses menumbangkan hampir
semua ayam domestik di Cina.
Inilah yang mendorong orang-
orang di Cina menjelajahi hutan
hanya untuk mencari ayam asli yang akan disilangkan dengan
ayam bangkok tadi. Harapannya,
ayam silangan ini sanggup
menumbangkan keperkasaan
jago dari Thailand itu. Konon, pada era enam puluhan di
Laos nongol sebuah strain baru
ayam aduan yang sanggup
menyaingi kedigdayaan ayam
bangkok. Namun setelah terjadi
kawin silang yang terus-menerus maka nyaris tak diketahui lagi
perbedaan antara ayam aduan
dari Laos dengan ayam bangkok
dari Thailand. Ada kebiasaan yang berbeda
antara sabung ayam di Thailand
dan negara kita. Di Thailand,
ayam yang bertarung tak
diperbolehkan memakai taji atau
jalu. Alhasil, ayam yang diadu itu jarang ada yang sampai mati.
Kebalikannya di Indonesia, ayam
aduan itu justru dibekali taji
yang tajam. Taji justru menjadi
senjata pembunuh lawan di
arena. Di Indonesia, hobi mengadu ayam
sudah lama dikenal, kira-kira
sejak dari zaman Kerajaan
Majapahit. Kita juga mengenal
beberapa cerita rakyat yang
melegenda soal adu ayam ini, seperti cerita Ciung Wanara,
Kamandaka dan Cindelaras.
Cerita rakyat itu berkaitan erat
dengan kisah sejarah dan petuah
yang disampaikan secara turun-
temurun. Kota Tuban, Jawa Timur diyakini
sebagai kota yang berperan
dalam perkembangan ayam
aduan. Di sini, ayam bangkok
pertama kali diperkenalkan di
negara kita. Tak ada keterangan yang bisa menyebutkan perihal
siapa yang pertama kali
mengintroduksi ayam bangkok
dari Thailand. Sebetulnya, jenis ayam aduan
dari dalam negeri (lokal) tak
kalah beragam, seperti ayam
wareng (Madura) dan ayam
kinantan (Sumatra). Namun
ayam-ayam itu belum mampu untuk menyaingi kedigdayaan
ayam bangkok.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar